- Diposting oleh : Asdos 2021
- pada tanggal : Mei 21, 2026
Penulis: Wirayuda
Editor: Irfani
Universitas Gajayana (UNIGA) Malang resmi menginjak usia
ke-46 tahun. Memperingati momentum bersejarah ini, kampus menyelenggarakan
serangkaian kegiatan edukatif, seni, dan olahraga yang puncaknya ditandai
dengan upacara khidmat serta tasyakuran pada Rabu, 20 Mei 2026.
Atmosfer perayaan telah berlangsung sejak akhir bulan Mei
dan berhasil menghidupkan lingkungan kampus melalui Gajayana Economy Festival
dan panggung hiburan Music Parkir. Tidak hanya berfokus pada selebrasi,
peningkatan kapasitas internal juga dilakukan melalui agenda Upgrading Ormawa
(Organisasi Mahasiswa) demi mencetak organisator yang tangguh. Kemeriahan makin
lengkap dengan digelarnya pertandingan tenis meja yang diikuti oleh civitas
akademika dengan penuh antusiasme dan sportivitas.
Tepat pada Rabu pagi, seluruh civitas akademika berkumpul
untuk melaksanakan upacara bendera peringatan Dies Natalis ke-46. Acara sakral
ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi universitas dan yayasan, terdiri
dari, Rektor UNIGA Malang, Ketua Yayasan Pendidikan Gajayana, Ketua Pembina
Yayasan Pendidikan Gajayana, dan seluruh pimpinan Uniga Malang.
Bertindak langsung sebagai pemimpin upacara, Rektor UNIGA
Malang menyampaikan pidato yang membakar semangat sekaligus menyentuh hati para
hadirin. Dalam amanatnya, Rektor menekankan pentingnya rasa kepemilikan dan
kolaborasi demi masa depan kampus. "Di usia yang ke-46 ini, tantangan
dunia pendidikan tinggi semakin dinamis. Saya berpesan kepada seluruh keluarga
besar universitas—baik dosen, staf, maupun mahasiswa—untuk tetap bergandengan
tangan, menjaga, dan merawat UNIGA Malang bersama-sama demi mewujudkan visi
kampus yang unggul," ujar Rektor dalam sambutannya.
Setelah upacara selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan
agenda tasyakuran yang bertempat di aula kampus. Suasana penuh kehangatan
begitu terasa saat prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Pembina
Yayasan, yang kemudian diserahkan kepada Rektor. Pemotongan tumpeng ini menjadi
simbol rasa syukur atas perjalanan 46 tahun UNIGA Malang dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa, sekaligus menjadi doa bersama agar kampus tercinta selalu
diberkahi keberkahan dan prestasi di masa-masa yang akan datang.

