Skip to Content
Loading...
Admisi Uniga Malang
Admisi Uniga Malang
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Rayakan Dies Natalis ke-46, UNIGA Malang Gelar Rangkaian Festival hingga Upacara

Penulis: Wirayuda

Editor: Irfani

Universitas Gajayana (UNIGA) Malang resmi menginjak usia ke-46 tahun. Memperingati momentum bersejarah ini, kampus menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif, seni, dan olahraga yang puncaknya ditandai dengan upacara khidmat serta tasyakuran pada Rabu, 20 Mei 2026.

Atmosfer perayaan telah berlangsung sejak akhir bulan Mei dan berhasil menghidupkan lingkungan kampus melalui Gajayana Economy Festival dan panggung hiburan Music Parkir. Tidak hanya berfokus pada selebrasi, peningkatan kapasitas internal juga dilakukan melalui agenda Upgrading Ormawa (Organisasi Mahasiswa) demi mencetak organisator yang tangguh. Kemeriahan makin lengkap dengan digelarnya pertandingan tenis meja yang diikuti oleh civitas akademika dengan penuh antusiasme dan sportivitas.

Tepat pada Rabu pagi, seluruh civitas akademika berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera peringatan Dies Natalis ke-46. Acara sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi universitas dan yayasan, terdiri dari, Rektor UNIGA Malang, Ketua Yayasan Pendidikan Gajayana, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Gajayana, dan seluruh pimpinan Uniga Malang.

Bertindak langsung sebagai pemimpin upacara, Rektor UNIGA Malang menyampaikan pidato yang membakar semangat sekaligus menyentuh hati para hadirin. Dalam amanatnya, Rektor menekankan pentingnya rasa kepemilikan dan kolaborasi demi masa depan kampus. "Di usia yang ke-46 ini, tantangan dunia pendidikan tinggi semakin dinamis. Saya berpesan kepada seluruh keluarga besar universitas—baik dosen, staf, maupun mahasiswa—untuk tetap bergandengan tangan, menjaga, dan merawat UNIGA Malang bersama-sama demi mewujudkan visi kampus yang unggul," ujar Rektor dalam sambutannya.

Setelah upacara selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan agenda tasyakuran yang bertempat di aula kampus. Suasana penuh kehangatan begitu terasa saat prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan, yang kemudian diserahkan kepada Rektor. Pemotongan tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan 46 tahun UNIGA Malang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menjadi doa bersama agar kampus tercinta selalu diberkahi keberkahan dan prestasi di masa-masa yang akan datang.


Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?