- Diposting oleh : Asdos 2021
- pada tanggal : Juni 12, 2026
Penulis: Wirayuda
Editor: Irfani
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) memicu disrupsi besar-besaran di berbagai sektor pekerjaan,
termasuk rumpun profesi akuntansi dan bisnis. Merespons fenomena global ini,
Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) Universitas Gajayana (Uniga) Malang
sukses menggelar perhelatan Seminar Nasional Artificial Intelligence 2026.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid melalui daring dan
luring yang berpusat di Aula Pascasarjana Uniga Malang pada Kamis, 11 Juni
2026. Dengan mengangkat tema besar "AI Future Professions: Opportunities,
Challenges, and Redlines", seminar ini mengajak para peserta untuk
mengupas tuntas bagaimana AI membentuk masa depan profesi, sekaligus memetakan
peluang, tantangan, dan batasan etisnya bersama para ahli.
Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber ahli yang
kompeten di bidang teknologi dan integrasi profesi, di antaranya adalah M.
Cendekia Airlangga, S.T., M.Sc. dan R. Hari Setiawan, S.Kom., M.Kom. Dalam
pemaparannya, para narasumber menggarisbawahi bahwa kehadiran AI tidak
serta-merta melenyapkan eksistensi manusia, melainkan mengubah cara kerja yang
lebih inovatif dan kreatif.
Sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan
mengenai redlines atau batasan yang tidak boleh dilewati oleh kecerdasan
buatan. Para ahli menegaskan bahwa secanggih apa pun algoritma AI, ada
aspek-aspek esensial manusia yang tidak akan pernah bisa digantikan, yaitu,
etika, integritas, penilaian profesional (professional judgment), dan empati.
Di sinilah letak garis batasnya. AI bisa mengolah angka dengan cepat, tetapi
keputusan etis dan tanggung jawab moral tetap berada di tangan manusia.
Sinergi antara panitia Himaksi dan pihak kampus berhasil
menciptakan ruang diskusi yang sangat dinamis. Peserta yang hadir, baik di Aula
Pascasarjana maupun yang bergabung di ruang virtual, aktif melontarkan
pertanyaan kritis seputar kesiapan mental dan kompetensi dalam menghadapi dunia
kerja pasca-kampus.
Melalui seminar nasional ini, Himaksi Uniga Malang berharap
dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar tidak gagap teknologi,
melainkan mampu menjinakkan teknologi AI demi menunjang karier profesional
mereka di masa depan.
