- Diposting oleh : Asdos 2021
- pada tanggal : Juni 27, 2026
Penulis: Wirayuda
Editor: Irfani
Universitas Gajayana (Uniga) Malang menunjukkan komitmennya
dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Rektor Uniga Malang, Prof. Dr.
Ernani Hadiyanti beserta jajaran Wakil Rektor dan Pimpinan menghadiri secara
langsung perhelatan akbar Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung di Jakarta
International Convention Centre (JICC) pada 26–28 Juni 2026.
Sarasehan yang mengusung tema "Strategi Kemandirian
Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" ini diinisiasi oleh Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang berkolaborasi
erat dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI).
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Presiden
Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pembukaannya, Presiden menekankan
pentingnya peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak utama dalam mencetak
sumber daya manusia yang siap mengakselerasi kemandirian ekonomi bangsa.
Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, yang menegaskan
bahwa forum ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat diskusi akademis,
melainkan sebagai ruang kolaborasi strategis lintas sektor untuk menyatukan
visi dalam mendukung penuh agenda pembangunan dan industrialisasi nasional.
Kehadiran jajaran pimpinan Uniga Malang di JICC menjadi
bukti nyata kesiapan untuk mengambil peran strategis sesuai porsinya. Di
sela-sela agenda, Rektor Uniga Malang menyampaikan bahwa keterlibatan mereka di
forum nasional ini sangat krusial untuk menyelaraskan arah riset dan pengabdian
masyarakat di kampus dengan roadmap industrialisasi pemerintah.
"Kami hadir dengan komitmen penuh. Uniga Malang ingin
memastikan bahwa kurikulum, inovasi, dan hilirisasi riset yang kami lakukan di
daerah dapat langsung menyokong pilar-pilar kemandirian ekonomi yang
dicanangkan oleh Presiden," ujar Rektor.
Melalui forum ini, para Wakil Rektor Uniga Malang juga aktif
menjajaki peluang kemitraan taktis, baik dengan perguruan tinggi lain di bawah
naungan MRPTNI maupun dengan pihak industri serta kementerian terkait.
Dengan berlangsungnya sarasehan ini, perguruan tinggi
diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu
rampak barisan yang padu untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi
yang sejati.

